Tips Memilih Baju untuk Anak Perempuan

Posted on Updated on

Baju untuk Anak Perempuan

Tak sedikit pasutri terutama yang wanita menginginkan anak perempuan. Lebih dari sekedar bisa didandani, anak perempuan juga bisa menjadi teman saat ia tumbuh dewasa. Anak perempuan juga umumnya lebih penyayang & peduli terhadap keluarga. Inilah yang menjadi alasan mengapa wanita mendambakan anak perempuan. Apakah Anda salah satunya? Setiap orang punya hak memilih, termasuk Anda. Namun, meski nantinya mendapatkan anak laki-laki jangan disia-siakan ya 😀 Baik anak perempuan maupun anak laki-laki sama-sama pemberian Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya 😀

By the way, jika Anda diberikan anugerah anak perempuan, Anda harus siap mengeluarkan budget lebih khususnya untuk sandang. Hal ini lantaran baju untuk anak perempuan di pasaran terbilang mahal dibanding baju anak laki-laki mengingat baju anak perempuan memiliki model yang unik & adanya tambahan aksesoris. Terlebih jika Anda membeli grosir baju anak import. Terlepas dari bagaimana Anda membeli baju anak perempuan, online atau offline serta darimana asal baju anak perempuan, eksport atau import, penting untuk menyimak beberapa tips dalam memilih baju untuk anak perempuan:

Sesuaikan modelnya sopan & sesuai usia

Sebagai orang tua, Anda harus bijak memilih baju untuk anak perempuan. Pilih baju anak perempuan dengan model yang sopan sesuai dengan budaya bangsa timur (tidak terbuka, tidak ketat, tidak pendek, dsb). Jangan karena mengutamakan aspek lucu & modis lantas Anda merasa tepat memilih baju anak perempuan seperti orang barat. Ditakutkan hal ini dapat dibawa anak hingga ia dewasa kelak. Dia tidak merasa risih karena sedari kecil sudah diajarkan mengenakan baju seperti orang barat. Selain itu, Anda juga patut memilih model yang sesuai dengan usianya, yang masih lugu, polos, dan lucu. Memakaikan baju dengan model orang dewasa bukan hanya menghilangkan kesan kepolosan & keluguan anak melainkan juga bakal membuat anak kehilangan masa kanak-kanak dengan cepat.

Perhitungkan kenyamanan bahan

Masa kanak-kanak merupakan masa yang sarat akan bermain. Bertolak dari kondisi ini, Anda sebagai orang tua harus memastikan kenyamanan bahan dari baju yang dikenakan anak. Bahan baju yang nyaman di sini bisa dikatakan mampu menyerap keringat dengan baik, dingin, lembut, & tidak berat, contohnya: katun, spandex, dll. Oleh karenanya, saat memilih baju utamakan bahan daripada baju itu sendiri, tepat atau tidak untuk anak yang lagi aktif-aktifnya bergerak. Sekedar saran, Anda bisa pertimbangkan baju import yang memiliki kriteria bahan berkualitas selain model yang beragam dan adanya tambahan aksesoris yang unik. Namun memang harga yang ditawarkan akan lebih mahal, tapi tidak perlu khawatir untuk menekan budget Anda bisa cari grosir baju import murah di sini.

Pertimbangkan motif kesukaan & warna ceria

Dalam hal pemilihan baju untuk anak perempuan, Anda juga harus mempertimbangkan keinginan anak. Pilih baju dengan motif kesukaannya seperti bunga-bunga, kupu-kupu, Barbie, balon, Mickey Mouse, Hello Kitty, kelinci, atau lain sebagainya. Jika tidak, coba beli baju dengan motif yang memberikan edukasi untuk anak seperti halnya gambar huruf/angka, gambar tata cara sholat singkat, & lainnya. Untuk warna bajunya sendiri, pilih warna yang ceria (merah, kuning, hijau, biru, dsb). Warna baju yang ceria diharapkan dapat membuat anak semangat & lebih ceria lagi menjalani aktivitas harian. Sebaiknya, jangan beli baju warna putih ya 😀 Baju warna putih untuk anak yang sangat gemar bermain rasanya kurang pas karena cepat kotor.

Kendala Pedagang Grosir Baju di Tanah Abang

Posted on Updated on

Grosir Baju di Tanah Abang

Siapa yang tidak kenal dengan Pasar Tanah Abang? Pasar Tanah Abang, salah satu pusat grosir baju terbesar di Jakarta. Tak heran jika pedagang grosir baju mulai dari baju anak, baju wanita, sampai dengan baju pria di Tanah Abang kian membludak saja. Bahkan, ada yang sampai berjualan di luar gedung. Meski banyak konsumen yang datang dari berbagai daerah ke Pasar Tanah Abang, tetap saja ada kendala yang dialami pedagang grosir baju di Tanah Abang. Apa saja kendalanya?

Barang homogen            

Barang homogen menjadi panorama biasa di Pasar Tanah Abang. Ketika satu pedagang berdagang baju dengan model A, pedagang lainnya pun bakal berdagang model A. Memang benar tidak ada sistem monopoli dalam perdagangan Indonesia, tapi kalau semua kios menawarkan baju dengan model yang sama akan menyulitkan konsumen dalam menentukan pilihan. Pedagang grosir baju pun harus menyiapkan strategi apik untuk menarik perhatian konsumen. Misalnya, dengan tegur, sapa, senyum, dan layani konsumen yang datang, mempermudah pengiriman, memberikan jaminan jika ada barang yang cacat, atau tindakan lainnya sebagai bentuk pelayanan prima.

Penyesuaian harga        

Setiap pasar termasuk Pasar Tanah Abang pasti ada penyesuaian harga antara pedagang baju grosir satu dengan yang lain. Setidaknya, ada batasan harga yang tidak boleh dilewati oleh pedagang grosir baju agar persaingan menjadi lebih sehat. Kalau memasang harga seenaknya, bisa jadi bakal dibenci oleh pedagang grosir baju lainnya karena memasang harga terlampau rendah atau tidak memiliki konsumen bahkan pelanggan kalau memasang harga yang terlampau tinggi. Untuk itu, penting bagi pedagang grosir memanjangkan telinga agar tahu informasi tentang harga yang ditawarkan di kios lain.

Kios jarang dilirik

Pedagang grosir baju yang mendapatkan kios di blok A atau B patut beruntung karena pembelinya ramai. Pedagang grosir baju yang mendapatkan kios di blok G apalagi di atas merasa sangat sedih karena pembelinya yang minim bahkan yang berlalu lalang pun sangat jarang. Banyak pembeli yang malas untuk naik ke lantai atas blok G. Jelas, kondisi ini sangat tidak menguntungkan bagi pedagang grosir baju di kios blok G. Tak heran jika pedagang grosir baju di blok G memilih untuk berdagang di luar gedung. Padahal, pemerintah telah jatuh bangun berupaya untuk meramaikan blog G Tanah Abang dengan melakukan renovasi, membuat program undian berhadiah, sampai dengan pembuatan jembatan penghubung ke blok lainnya. Meski strategi ini belum juga membuat blog G Tanah Abang ramai pengunjung hingga pembeli.

Kualitas dipukul rata

Mengingat Pasar Tanah Abang merupakan pusat grosir, tak sedikit pembeli yang mengasumsikan bahwa kualitas grosir baju di semua kios sama. Padahal, tidak demikian bahkan ada beberapa kios yang melakukan impor baju. Mindset pembeli tersebut acap kali membuat pedagang grosir baju merasa dirugikan. Mengapa? Bagaimana tidak? Tarif grosir baju impor akan lebih mahal dibanding grosir baju ekspor, belum lagi ditambah biaya transportasi. Kalau pembeli menganggap semua pedagang menawarkan grosir baju dengan kualitas sama, otomatis mereka akan mengelak membeli grosir baju dengan harga yang lebih mahal. Alhasil, pedagang dengan baju grosir impor kemungkinan tidak bisa memperbarui stok gudang karena baju grosir tidak laku.

Setiap pedagang pasti memiliki kendala, apalagi berdagang di tempat yang tidak hanya ramai pembeli tetapi juga ramai pedagang seperti Tanah Abang. Pedagang grosir baju utamanya harus bisa menjadikan ini sebagai motivasi untuk lebih unggul dibanding pedagang lainnya. Tak kalah penting harus menghadapi persaingan ini dengan cara yang sehat salah satunya tidak menjelek-jelekkan atau membanding-bandingkan baju grosir di pedagang lain.

Agar Tetap Bertahan di Persaingan Bisnis Baju Grosir

Posted on Updated on

bisnis baju muslimBerdasarkan hasil survei terpercaya, lebih dari separuh pemilik bisnis baju grosir gagal menjalankan bisnisnya di tahun pertama. Mereka kemudian bangkrut dan memilih untuk berpindah ke bisnis lain. Kegagalan ini disebabkan karena kurang optimalnya usaha mereka dalam menarik perhatian calon konsumen dan mempertahankan konsumen yang sudah ada. Di samping itu, persaingan bisnis yang ketat membuat mereka terlempar jauh dari persaingan karena tidak memiliki strategi berbisnis yang lebih baik dari para kompetitor mereka.

Apakah Anda baru saja membuka bisnis baju grosir tapi masih bingung bagaimana caranya bisa bertahan di persaingan bisnis yang semakin ketat? Jangan panik dan tidak perlu direpotkan karena dengan melakukan hal-hal di bawah ini, Anda bisa membuat bisnis Anda bertahan untuk waktu yang lama:

Berikan layanan terbaik

Apakah Anda mau kembali lagi ke toko baju yang sama apabila Anda dilayani asal-asalan dan cenderung diabaikan? Besar kemungkinannya Anda akan menjawab tidak karena ketika belanja, setiap pembeli ingin dilayani dengan sopan dan baik. Tujuannya jelas agar si pembeli terkesan dan mau datang lagi ke toko yang sama. Oleh sebab itu, Anda harus memberikan layanan terbaik ketika ada pengunjung yang datang ke toko Anda. Layani mereka dengan sabar walaupun mereka banyak mengajukan pertanyaan dan bahkan mengurungkan niatnya untuk membeli. Hal ini memang terkadang menyakitkan tapi apabila Anda tidak bisa melakukan hal ini dengan baik, Anda akan kehilangan pembeli potensial.

Di samping itu, apabila ada konsumen yang ingin menukar baju yang sudah dibeli, jangan menolaknya kecuali jika baju sudah rusak. Sebaiknya terima dan persilahkan pembeli untuk menukar baju sesuai yang diinginkan. Hal ini akan semakin memperkuat rasa kedekatan Anda dengan pembeli. Pastikan juga untuk mengecek baju yang mereka tukar apakah sebanding dengan baju baru yang mereka pilih. Jika harganya jauh lebih mahal, minta pembeli untuk memberikan uang tambahan.

Tawarkan harga yang masuk akal

Kebanyakan pembeli yang membeli baju grosiran adalah orang-orang yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Namun, ada juga sebagian yang berasalh dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Untuk itu, Anda harus menawarkan harga yang masuk akal dan sesuai dengan kondisi dompet calon pembeli. Pada umumnya, baju grosir dengan kualitas standar dibanderol dengan harga kurang dari 50 ribu rupiah. Sedangkan untuk baju grosir yang berkualitas tinggi dipatok dengan harga lebih dari 50 ribu rupiah. Tinggal Anda yang pintar-pintar menentukan harga yang pas. Misalnya, jika Anda membeli 1 lusin baju grosir dari distributor seharga 240 ribu rupiah, itu artinya per helai baju dihargai senilai 20 ribu rupiah. Anda bisa menjual baju per helai dengan harga mulai dari 25 ribu sampai 50 ribu rupiah.

Lakukan pemasaran yang optimal

Agar bisnis Anda dikenal oleh banyak orang, Anda harus melakukan pemasaran secara optimal. Mulailah dari memasarkan produk dari mulut ke mulut, khususnya jika toko baju grosir Anda berada di pasar tradisional. Kemudian, Anda bisa mengembangkan pemasaran Anda dengan memasarkan produk melalui media sosial, seperti Facebook. Anda hanya perlu mengupload gambar baju dan kemudian menuliskan deskripsinya secara singkat dan jelas. Ingat untuk memperbanyak teman Anda agar kesempatan untuk memperoleh pembeli baru dan keuntungan yang ditargetkan bisa terbuka lebar. Pastikan juga untuk mengupload gambar baju-baju baru, jangan yang itu-itu saja agar calon konsumen tidak bosan.